Tim Nasional Bhutan



Team sepak bola nasional Bhutan sebagai wakil Bhutan dalam sepak bola pria internasional. Team ini dikontrol oleh tubuh pengontrol sepak bola di Bhutan, Asosiasi Sepak Bola Bhutan, yang disebut anggota Asosiasi Sepak Bola Asia serta tubuh regional Asosiasi Sepak Bola Asia Selatan (SAFF). Team mainkan laga kandang mereka di stadion nasional, Changlimithang. Team dengan cara persisten rangking untuk yang terjelek, atau salah satunya timnas terjelek di dunia pada rangking FIFA sah serta skema rangking Elo. Di akhir November 2017 mereka cuma memenangi enam laga bersaing menantang team internasional yang lain serta mempunyai beda gol −279 dalam laga sah. Team belum pernah maju ke final kompetisi besar serta di luar laga pertemanan serta kwalifikasi, salah satu pertandingan sah mereka ialah di Asian Games regional serta Piala Asosiasi Sepak Bola Asia Selatan.

Secara sama jika ada ketidaktetapan mengenai bagaimana sepakbola untuk olahraga, pada umumnya, berlangsung, hingga ada ketidaktetapan yang sama mengenai bagaimana permainan pada akhirnya dibawa ke Bhutan. [3] Selama saat kolonial di Bhutan, walau sudah tanda-tangani kesepakatan dengan pemerintah India yang menyerahkan kontrol pertahanan serta jalinan luar negerinya ke Inggris, terus berperan untuk negara merdeka serta belum pernah ada di bawah pemerintahan langsung pemerintah Inggris di India. [4] Sesaat orang India dikenalkan ke sepakbola oleh pemerintah Inggris, minimnya kedatangan Inggris dengan cara permanen di Bhutan bermakna jika olahraga asing tidak dimainkan disana. [4] Kehadiran sepak bola di Bhutan benar-benar erat hubungannya dengan pembukaan sekolah di Haa serta Paro pada 1950-an, saat guru-guru asing, khususnya dari India tapi sebagian dari Eropa, diambil. [5] Asosiasi Sepak Bola Bhutan menulis jika sebelumnya cuma sedikit ada sarana atau perlengkapan resmi serta permainan ini dimainkan di lapangan yang dilapis batu dengan bola yang dibuat dari seikat baju. [3] Permainan terus tumbuh saat semakin banyak orang Bhutan ke luar negeri, khususnya ke India, untuk belajar serta menolong tingkatkan populeritas olahraga sesudah mereka kembali lagi, walau permainan itu masih dipandang itu saja serta tidak betul-betul ditingkatkan semasa periode ini.

Pusat-pusat penting sepak bola semasa 1960-an ialah Phuentsholing serta Samtse, dekat sama tepian dengan India, dimana team yang terburu-buru akan lakukan perjalanan bolak-balik melewati tepian untuk bermain kebun teh tetangga. Di tahun 1968, satu team yang dengan cara nominal sebagai wakil Bhutan, tapi pada intinya terbagi dalam pemain asing yang lakukan perjalanan ke Calcutta untuk berkompetisi di Piala Kemerdekaan India. [5] Seiring berjalannya waktu sepak bola dengan cara setahap bertambah dalam populeritas sampai disaksikan untuk sisi penting dari kurikulum sekolah, dengan beberapa kompetisi sekolah dibangun di Thimphu. [3] Team umumnya lakukan perjalanan dari semua negara untuk ambil sisi, beberapa tiba dari jauh seperti Khaling. [3] Tetapi, lepas dari populeritas permainan antara orang Bhutan, ide mengenai "timnas" Bhutan yang terdiri hampir semuanya dari orang asing bertahan semasa beberapa saat, serta team ini dengan teratur akan lakukan perjalanan ke luar negeri untuk ambil sisi dalam pertandingan internasional seperti Piala ANFA , dengan team yang terbagi dalam seputar 60% pemain India. [3] Beberapa pemain India ini dibawa ke Bhutan serta dikasih pekerjaan di Service Sipil, walau pada intinya peranan mereka ialah bermain sepakbola. [3]

Di akhir 1970-an serta awal 1980, dan bermain pertandingan-pertandingan di Bhutan, team perwakilan, yang diketahui untuk Druk 11, mainkan beberapa laga di luar negara di Nepal serta India, menantang team perwakilan seperti Food Corporation of India [6] Di saat itu, delapan dari sebelas anggota team datang dari India. [6] Tetapi, keadaan semacam itu tidak bisa tahan lama, serta pada saatnya beberapa pemain ini pensiun atau kembali pada negara aslinya membuat kekosongan talenta yang akan berefek serius pada timnas di beberapa tahun akan datang.

Mengingat jika pertandingan internasional sudah berjalan semenjak 1872, [7] masuknya sah Bhutan ke ajang internasional relatif telat, mainkan laga pertama mereka cuma di tahun 1982, kalah 3-1 dari Nepal di Piala ANFA 1982. [8] Tetapi, beberapa sumber lain memperlihatkan jika team yang sebagai wakil Bhutan lakukan perjalanan ke Nepal delapan tahun awalnya serta memenangi kompetisi yang diketahui untuk Piala Emas Shripanch Mahendra, walau tidak jelas seberapa jauh ini adalah kompetisi internasional sejati atau apa mereka berkompetisi menantang team club. [9] Mereka mainkan team perwakilan dari Unit Tentara Kunming Tiongkok dalam pertandingan, kalah 3-1. [10] Sayangnya, pembuat gol untuk Bhutan tidak dicatat, hingga tidak diketahui siapa yang cetak gol internasional pertama Bhutan. [10] Keterkaitan Bhutan dalam Piala ANFA berlangsung seputar tujuh tahun sebelum peresmian pertandingan liga mereka sendiri. Tetapi lagi, sumber berlawanan dengan beberapa yang memperlihatkan jika kompetisi yang minimal share nama "A-League" ialah edidirikan di Thimphu seputar awal 1980-an. [6]

Lepas dari karakter paling baik pertandingan domestik mereka waktu itu, Bhutan terus berpihak, kesempatan ini di Asian Games Selatan. Mereka masuk laga pertama di tahun 1984, tapi kehilangan ke-3 laga mereka, 2-0 untuk Bangladesh, 5-0 untuk tuan-rumah serta juara pada akhirnya Nepal serta 1-0 untuk Maladewa untuk mengakhiri paling akhir dari empat team yang berkompetisi. [11 ] Tidak jelas apa play-off untuk tempat ke-3 diselenggarakan di antara Bhutan serta Maladewa. Bila ya, karena itu hasilnya tidak diketahui. Bagaimana juga, medali perunggu dikasih ke Maladewa. [11]

Tidak dipengaruhi, Bhutan kirim team ke pertandingan tahun selanjutnya di Bangladesh. Hasil berjalan secara sama juga dengan kompetisi tahun awalnya. Bhutan masuk ke barisan B dari pertandingan dengan India serta Nepal. [12] Mereka kehilangan laga pertama mereka dengan cara sempit, 1-0 ke Nepal serta ditaklukkan 3-0 oleh juara pada akhirnya India untuk pastikan jika mereka finish di bawah group serta tidak alami perkembangan. [12]

Timnas tidak mainkan laga apa saja semasa 2 tahun ke depan sebab Asian Games Selatan geser jadi pertandingan dua tahunan, [8] walau mereka kembali lagi kirim team ke edisi ke-3 laga di Kolkata, India. [13] Ditarik dalam group B lagi, kesempatan ini dengan Nepal serta Bangladesh, riwayat terulang lagi, saat Bhutan kalah terlebih dulu dari Bangladesh 3-0, dengan Badal Das, Kaiser Hamid serta Ahmed Ali cetak gol untuk Bangladesh, [13] dan 6–2 ke Nepal [13] Sesaat 2 gol mereka akhiri kekeringan lima tahun, enam laga, [8] mereka betul-betul kalah sebab Ganesh Thapa cetak 5 kali untuk Nepal.

Popular posts from this blog

Tim Nasional Makau

Tim Nasional Israel

Tim Nasional Kepulauan Mariana Utara